[Fanfic/Series] Prison of a Man Part 1: Mind Disease (Kyumin couple)


cr poster: Ophelia @artfratermyra.wordpress.com


Title : Prison of A Man Part 1: Mind Disease

Pairing : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (Main), could be added with another pairing as well

Genre : Angst, Psychological thriller (hopefully), romance

Disclaimer : I do not own the characters though I really wish I do *sigh*. I own the plot only.

A/N:

Bersenang-senanglah Ji Yul Jung dan Ester Trinova Silitonga karena saya mendahulukan part 1 FF rikuesan kalian. No reason sih, just because I felt really angsty all of a sudden and decided to write this piece.  Hopefully this comes out quite good:/ though I am writing this around midnight.

==========

++ 3rd person POV ++

Detektif polisi Choi Siwon menyalakan rokok di tangannya dengan pemantik tua berwarna coklat dan dengan cepat menghisapnya sebelum mengehembuskan asap tebal hasil pembakaran benda yang mengandung nikotin itu kuat-kuat. Sudah rokok kelima yang ia habiskan seharian itu, minus beberapa batang yang dihisapnya sebelum ia berangkat menuju tempatnya berada sekarang; Washington DC, Amerika Serikat. Tepatnya di sebuah lembaga penelitian milik pemerintah negara adikuasa tersebut, di mana ia harus menemui seseorang demi menuntaskan kasus baru yang akhirnya bisa ditanganinya setelah setahun lebih membiarkan tubuh dan otaknya beristirahat dari kecelakaan yang dialaminya.

Kasus ini sama sekali berbeda dengan yang biasa ditanganinya. Terlihat sederhana di permukaan namun sama seperti gunung es yang dua pertiga bagiannya tersembunyi di bawah titik pandang manusia yang hanya berhadapan dengan sepertiga bagiannya yang kecil, kasus ini jauh lebih rumit dari yang dibayangkannya. Membingungkan hingga pihak kepolisian harus meminta bantuan Siwon untuk menemui orang yang dianggap mampu untuk menangani kasus istimewa seperti ini.

Siwon mengengetukan kuku jari telunjuknya di atas meja berpernis yang terlihat rapi walaupun berkas-berkas dan beberapa map menumpuk di sisi kanan dan kirinya. Ruang kerja itu mengingatkan detektif berusia 25 tahun itu pada perpustakaan di akademi polisi tempat ia menimba ilmu dulu. Rak-rak tinggi menjulang berderet merapat di setiap sudut ruangan, bahkan terlihat seperti wallpaper yang melapisi dinding di sekitar ruangan tersebut. Buku-buku yang tersimpan rapi di dalamnya nampak bangga menonjolkan diri, menunjukkan seberapa penting dirinya melalui judul-judul yang tercetak tebal di sisi tubuh mereka. Kumpulan kertas itu seakan bangga karena mereka adalah buah pikiran para ahli yang tidak diragukan lagi nama besarnya.

Siwon mematikan rokoknya dan bangkit dari kursinya. Pria itu berjalan menuju salah satu rak dan mengamati sederetan buku yang sejajar dengan matanya. Membaca kepribadian seseorang melalui caranya berbicara. Mengenali gejala pasien dengan skizofrenia dan bagaimana mengatasinya. Berdamai dengan phobia. Psikologi, Siwon membatin. Ternyata komandan Kim tidak bercanda waktu mengatakan ia harus menjemput seorang psikIATER. Detektif muda itu mendengus sedikit.

“Tuan Choi?” tegur sebuah suara halus dari ujung lain ruangan.

Siwon menoleh dengan cepat dan ia berhadapan dengan seorang pria muda yang kini menatapnya dengan pandangan ingin tahu. Wajahnya manis, rambut kecoklatan yang tersisir rapi, dan tubuh kecilnya membuat Siwon ragu apakah orang yang dilihatnya itu betul laki-laki namun ketika dilihatnya tak ada tonjolan menyembul dari balik kemeja putih yang dikenakannya, terbukti keraguannya itu salah. Siwon menganggukan kepala.

“Betul, dan Anda adalah…”

“Lee Sungmin.” jawab pemuda berwajah manis itu seraya maju mendekati sang detektif dan mengulurkan tangannya, “Maaf membuat Anda menunggu lama, Tuan Choi. Ada beberapa urusan yang harus saya selesaikan. Mari, silakan duduk.”

Siwon mengikuti perintah tersebut dan ketika ia berhadapan langsung dengan psikiater muda di depannya, ia masih belum bisa percaya bahwa orang inilah yang dicari oleh tim penyidik demi menyelesaikan sebuah kasus yang sebetulnya tidak bisa dibilang baru di dunia kriminalitas. Sikapnya tenang, walaupun di mata detektif itu agak sedikit terlalu tenang untuk ukuran seorang dokter kejiwaan yang harus menangani manusia-manusia (yang menurutnya) setengah gila setiap hari.

“Saya sudah mendengar garis besar kasus yang sedang Anda tangani dari komandan Kim. Bisa Anda jelaskan secara lengkap mengenai kejadiannya dan mungkin sedikit keterangan tentang si terdakwa?” tanya Sungmin, di balik meja. Tangannya terlipat rapi di atasnya, badannya agak condong ke depan.

“Menurut saya tidak perlu ada versi lengkap dari kasus tersebut, Tuan Lee karena garis besarnya saja sudah cukup menggambarkan seperti apa kejadiannya. Keluarga besar Cho dibunuh di mansion nya sendiri, dengan luka tembak di beberapa titik di tubuh mereka. Cho Kyuhyun, si putra sulung ditemukan berada di ruangan tempat pembunuhan itu terjadi dengan pistol di tangannya. Sidik jarinya menempel hampir di seluruh benda itu, bercampur dengan sidik jari sang Ayah (diduga mereka terlibat perebutan senjata sebelum benda itu meletus dan membunuh Cho senior). Dari hasil pemeriksaan, sisa peluru yang terdapat di dalam magasin terbukti sama dengan yang terdapat di dalam tubuh anggota keluarga Cho.” jelas Siwon, seraya menunjukkan foto hitam putih jenazah yang ditemukan di TKP. Sungmin memakai kacamatanya dan mengamati keempat foto itu dengan dahi berkerut.

“Yah, sudah jelas Cho Kyuhyun pembunuhnya bukan? Maksud saya, dengan bukti-bukti tak bergerak tersebut dan sebagainya…”

“Tentu, jelas Kyuhyun lah si pembunuh berdarah dingin itu.”

“Dan tentu saja, kepolisian seharusnya sudah menangkap dan memberinya hukuman setimpal.”

“Oh, itu sudah pasti. Anak muda itu sudah hampir pasti akan ditembak mati setengah tahun dari sekarang.”

Sungmin tertawa kecil dan menyandarkan punggungnya.

“Maaf, saya agak kurang mengerti. Jadi apa sebetulnya tujuan komandan Kim menyuruh Anda meminta bantuan saya jika kasus tersebut seharusnya sudah bisa terselesaikan dengan sendirinya?” tanya psikiater muda tersebut, bingung.

Kali ini Siwon yang tertawa.

“Ternyata si tua bangka itu belum menceritakan semuanya pada Anda. Tidak semuanya…”ujarnya, “Tuan Lee, kau pasti tahu bahwa seorang penjahat tidak akan pernah mengakui kejahatannya di depan siapapun. Bahkan jika bukti-bukti telah jelas mengarah padanya, dan sekuat apapun bukti-bukti tersebut. Nah, begitupun halnya dengan Cho Kyuhyun. Dia sama sekali tidak mengakui kejahatannya. Dia menyangkal, menyangkal, dan terus saja menyangkal sampai suaranya habis.”

Sungmin mengendikkan bahu sedikit.

“Itu memang hal yang wajar dilakukan seorang manusia jika ia berada di dalam situasi yang…”

“Si kembar putra dan putri kedua keluarga Cho, Cho Han Saeng dan Cho Han Ji dihabisi terlebih dahulu. Cho Yoon Ah, ibu yang berusaha menghalangi pembunuhan itu dibantai tak berapa lama kemudian. Peluru menembus tulang rahangnya dan bersarang di otaknya, sedangkan sang ayah Cho Min Shik tertembak di pelipisnya, setelah kalah dalam adu perebutan senjata, dengan putranya sendiri.” potong Siwon, “Tuan Lee, apa kau tahu darimana kami mendapatkan semua informasi ini?”

Kerutan di kening Sungmin bertambah menghadapi pertanyaan detektif  bertubuh atletis itu.

“Ahli otopsi?” tebaknya, ia tidak terlalu menguasai bidang seperti itu. Siwon mendengus.

“Mereka hanya bisa memperkirakan waktu kematian, bukan menentukan urut-urutan pembantaian di suatu pembunuhan. Tuan Lee, apakah Anda akan terkejut jika saya katakan bahwa Cho Kyuhyun sendiri, orang yang telah menyangkal semua kejahatan yang dituduhkan padanya sebelumnya, yang mengatakan hal tersebut kepada kami semua dengan wajah bangga seakan membunuh keluarganya sendiri adalah sesuatu yang memang sudah seharusnya dilakukan?”

Keheningan kemudian mengambil alih keadaan. Ekpresi puas di wajah detektif Korea itu nampak berbanding terbalik dengan wajah si psikiater  yang kini membeku. Dengan tangan gemetar oleh rasa tidak percaya yang bercampur dengan antusiasme aneh yang diam-diam merebak di dalam hatinya, Sungmin melepas kacamatanya dan meletakkannya di atas meja.

“Tidak mungkin…” bisiknya, “jadi maksud Anda, kemungkinan Cho Kyuhyun memiliki…”

“Kepribadian ganda,” sambung Siwon, “atau banyak kepribadian. Itu bukan sesuatu yang mustahil bukan?”

Sungmin menggelengkan kepala dengan cepat.

“Tidak, tentu saja tidak mustahil. “ gumamnya, “banyak kasus pembunuhan yang dilakukan karena si pelaku memiliki beberapa pribadi di dalam tubuhnya hingga ia tidak sadar akan apa yang dilakukannya dan itu… adalah hal paling luar biasa yang bisa terjadi pada seorang manusia.”

Siwon memandangnya lekat-lekat dan melihat perubahan sikap yang tercermin jelas dari raut wajah si depannya.

“Kami mendapat referensi dari guru besar tempat Anda kuliah. Sorbonne University? Professor Annabelle? Dari beliau kami mendapat informasi bahwa Anda adalah yang terbaik dalam menangani kasus-kasus istimewa seperti ini…dan di sinilah saya.” jelas detektif itu.

“Oh, beliau terlalu tinggi menilai saya.” untuk sesaat wajah manis itu memerah sebelum keseriusan kembali hadir di situ, “Tapi tidak bisa dipungkiri saya memang memiliki ketertarikan yang amat tinggi untuk kasus-kasus terpecahnya kepribadian manusia menjadi beberapa bagian. Bahkan sejujurnya saya juga sedang menulis buku mengenai hal ini.”

Siwon tersenyum dan mengambil sebatahng rokok dari tempatnya.

“Kalau begitu saya datang di saat yang tepat. Saya yakin kasus keluarga Cho ini akan jadi contoh kisah nyata yang sempurna dalam buku Anda. Lagipula. anggap saja ini sebagai waktu yang tepat untuk berlibur sebentar dan kembali ke negara asal Anda untuk sementara.” ujarnya, santai seraya menyalakan pematiknya.

Sungmin tersenyum kecil dan membiarkan diri larut dalam pikirannya sendiri. Matanya masih tertancap pada gambar-gambar mengerikan yang terhampar di atas mejanya.

“Tuan Choi, saya rasa kasus seperti ini bukan sesuatu yang baru di Korea. Tapi mengapa kasus ini diperlakukan begitu istimewa?” pertanyaan itu tersembur keluar begitu saja dari mulut sang psikiater, terdorong kuat oleh rasa ingin tahunya yang besar.

Siwon menghembuskan asap rokok yang sedang dihisapnya melalui bibirnya sebelum menjawab dengan tenang,

“Karena ini keluarga Cho yang kita bicarakan, Tuan Lee. Keluarga milioner yang terhormat dan terpendang, terbunuh di tangan si putra sulung sendiri. Media massa heboh, masyarakat ramai membicarakannya. Bukan hanya di Seoul, tapi di seluruh dunia. Semuanya menantikan kelanjutan nasib si pembunuh, dan mereka haus akan cerita kriminalitas seperti ini. Semua mata tertuju kepada kami sekarang dan bantuan Anda diperlukan karena kami yakin Anda yang terbaik di bidang seperti ini. Pada akhirnya nanti Anda yang akan menentukan apakah Cho Kyuhyun bisa langsung menerima vonis matinya, atau malah dibebaskan dari segala tuduhan.”

==========

TO BE CONTINUED

Notes: this Fiction could also be found in Enma D’mightyhyunsaferism’s FB

40 thoughts on “[Fanfic/Series] Prison of a Man Part 1: Mind Disease (Kyumin couple)

  1. I’m back~
    oke,noona kau sukses membuat sya menahan nafas..

    Walau ku liat, kyknya crita ini belum berat, kta kerennya masi konten ringan (halahh sm aja)

    Tp,
    ya oloh, aku suka plotnya kaga onoh2, ide crtanya top, kta2nya jg loh… (?) ngomong sya byk “o”..

    Intinya!!!
    Cool, keren, megatop, fantastic, elastic, rocka~rocckkaa!!!
    Ohya! Next chpt y!!
    d^.^,,

  2. I’m back

    ya! Kau (nunjuk idung noona)..
    Sukses membuat saya menahan napas..

    Alurx mAnT4bcH #alay, plot kaga maksa sama kata”x itu loh..
    Noona, kontenx blm berat ya, masi ringan, gmna klo berat?? *pembunuhan, pembantaian, pengorokan, sembelih* semoga ada.. Hm!

    Ah, siwon lagak lu kyk pak RT gagal mudik, ngrokok mulu kerjaanx(?)
    ^.^

    yosh noona, ganbatte!

  3. seru bgt…! btw ni blom ada lanjutannya?? lanjutin dong… lg seru tuh.. hehe mana si min jadi psikiater lg.. haha mau dong lanjutannya..🙂

  4. o_Oo_Oo_O
    DAEBAKKK!!!!walo blum masuk ke inti cerita tapi tapi tapi KEREN!!MENARIK!!
    ayo MIN brngkat ke Korea pastiin apa bener kyu punya kepribadian ganda!!!

    Chingu mana part 2 nya??
    Aq car cari ko ga ada??
    Lanjut please,,,sayang padahal ide ceritanya menarik😦

  5. ide ceritanya keren banget thor,apalagi kyuhyun jadi punya kepribadian ganda,tapi kok aku cari-cari part 2 nya gaada?cuman ada prolog n part 1 nya aja,lanjutin ya thor,plisss..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s