[FF/Yaoi/Crack/PG-13] Harvest Moon: Back To Nature


Title: Harvest Moon Back To Nature

Pairing: OnKey, 2Min, JongKey, HyunMin

Rating: PG 13 for swearing

Genre: crack crack crack

A/N: Jangan terlalu serius bacanya, nanti sakit perut. Kesamaan nama adalah sengaja, namun kesamaan tempat, timeline, cerita, serta bahasa yang kacau hanyalah suatu kebetulan.

Alkisah di suatu waktu di suatu tempat, hiduplah seorang anak laki-laki berusia lima tahun bernama Jinki.
Dia adalah anak satu-satunya dari sepasang suami istri kaya yang berdomisili di Jakarta. Suatu hari, sang babe yang sudah kepalang janji bakal ngajak liburan Jinki ke Dufan terpaksa harus membatalkan janjinya karena urusan kantor.

“Papa bohong!! Katanya mau ke Dufan! Mana janjinya manaaaa?!?!” Jinki kecil protes sambil guling-guling di karpet.
“Aduh sori deh bro, papa mesti meeting sama klien nih. Minggu depan aja lah ya? Soalnya ini tender harganya 10 miliar…” kilah sang ayah.
“Ah papa nih… minggu depan kan Jinki ulangan umum~ mana boleh main ke Dufan? Sekarang aja lah yaaa? Pleasee??” Jinki pasang tampang melas.
“Nggak bisa Le, kamu minta temenin mama aja deh…” Sang ayah melirik istrinya yang lagi dandan. “Ma, anterin Jinki ke Dufan dong…”
“Aduh yang, mama mau arisan di Paris dulu. Sama Bang Kepin aja deh sana…” kata sang mama seraya melirik mas-mas ganteng berotot bernama Kim Kevin di teras rumah. Merasa dikedipin, Bang Kevin yang akrab disapa Bang Kepin itu pun balas mengedip pada istri majikannya itu.
“Ah mama, masa ke Dufan sama supir?!?” Jinki mewek. “Ah udahlah, aku kabur aja…”

Jinki langsung ngambil tasnya dan kabur. Saat itu dia belum tau bahwa yang namanya kabur itu nggak pake ngomong, tapi namanya juga anak berbakti. Dia bahkan sempat cium tangan papa-mamanya dulu baru kabur.
Jinki memang anak yang cerdas, sekalinya kabur dia langsung pergi jauh banget. Tanpa bimbingan siapapun dia langsung manggil becak menuju stasiun gambir dan membeli tiket kereta tujuan Surakarta.
Mau ke manakah dia? Rupanya Jinki berniat mengunjungi eyang tercintanya yaitu Mbah Lee Soo Man di desa.

“MBAAAAHHH~~~” teriak Jinki dari atas andong begitu sampai di depan pagar rumah mbahnya. Mbah LSM yang lagi asyik nyangkul pun langsung menoleh ke arah sumber suara.
“La haula quwwata!! Eh cucuku!!!” pekik Mbah LSM kegirangan. Dibuangnya cangkul keramatnya begitu saja dan ia pun langsung menghampiri cucunya. “Karo sopo? (Sama siapa?)” tanyanya.
“Aku sendirian mbah~” kata Jinki bangga. “Mbah tau nggak, aku lagi kabur lho! Jangan bilang-bilang ya!”
“Oh.” Begitulah reaksi sang kakek. Singkat dan padat.

“Mbah, main yuk sama aku?” pinta Jinki dengan tampang memelas, persis anak cacingan.
“Waduh le, nggak bisa. Mbah mesti nggarap ladang nih! Kalo nggak bisa kejer setoran dalam 3 bulan, mbah nggak bisa bikin SM Entertainment…” kata Mbah LSM dengan tampang menyesal, sekaligus sengit karena masih ada 4 hektar lahan yang belum digarap.
“Terus aku main sama siapa dong??” Jinki kecil mulai bersedih hati.
“Tenang aja le, anak tetangga banyak kok…” hibur Mbah LSM. “Sini mbah anterin ke rumah tetangga, sekalian minta makan siang ya di sana…”
Mbah LSM pun membawa Jinki kecil ke rumah tetangga yang punya usaha peternakan ayam.

‘Mbakyu… assalamualaikum~” teriak Mbah LSM dari luar pagar.
“Waalaikumsalam, eh mbah Sooman!!” Seorang bocah yang kira-kira sepantaran dengan Jinki keluar dari kandang(?) dan menghampiri mereka. “Ada apa mbah? Mau minta beras yah?”
“Ah ndak kok, Nak! Tapi kalo dikasih yo mbah ndak nolak juga kok. Hehehe…” Mbah LSM terkekeh malu, membuat Jinki ilfil sendiri sama kakeknya itu. “Oh iya Jong, kenalin ini cucu mbah dari Jakarta! Namanya Jinki…”
“Oh, halo Jinki! Kenalin aku Jonghyun…” Bocah itu mengulurkan tangannya pada Jinki. “Kamu dari Jakarta ya? Berarti kamu udah pernah liat Menara Eiffel dong?”
“Hah? -___-” Jinki bengong mendengar pertanyaan Jonghyun. “Eiffel kan di Paris.”
“Oh kamu tau yah? Bagus deh, kirain kamu bego. Hehehe…” Jonghyun menepuk punggung Jinki dengan sok akrab.

Bangke rusa ni anak kecil! Batin Jinki saat itu.

“Nah, kalian main-main deh ya! Sing akur, ojo brantem!! Mbah mau nggarap ladang dulu ya!”
“Oke deh mbah! Yang bener ya kerjanya!! Dadahh…” Jonghyun melambaikan tangannya hingga Mbah LSM menghilang dari pandangan. (Ehm, Maksudnya kembali ke ladangnya, bukan tiba-tiba raib.)

“Kamu punya mainan apa?” tanya Jinki.
“Nggak ada. Kamu mau ngarep apa, ini kan di desa! Jangan mentang-mentang anak kota ya terus kamu mau sombong!!” bentak Jonghyun galak. Gila emang, baru empat tahun aja udah sangar kaya gini, gimana gedenya nanti? Bisa diprediksi Jonghyun nanti berakhir jadi preman di pasar ikan.
“Oh ya udah. Kalo gitu sekarang kita mau ngapain?” tanya Jinki pasrah.
“Nonton tivi aja deh di dalam! Sekalian kenalan sama adikku yuk!!” ajak Jonghyun yang tiba-tiba jadi manis, namun tetap tidak bisa dimakan.
“Oh, okelah kalau beg-beg-begitu…”

“Abang~” panggil gadis mungil berambut merah muda pada Jonghyun. “Kaltunnya udah mau mulai…”
“Iya sayang, ni kan abang udah masuk. Mimin udah maem belum??”
“Udah, Mimin pintel lohh maemnyaa.. Eh abang, dia siapa?” Gadis yang disapa Mimin itu menunjuk Jinki.
“Oh, ini Mas Jinki, cucunya Mbah Sooman. Ayo salim sama dia…” perintah Jonghyun. Mimin pun segera mencium tangan Jinki.
“Mas Jinki mau ikut nonton Sailor Moon yah?” tanya Mimin polos.
“Iya, boleh nggak aku ikutan?”
“Boleh kok, tapi Mas Jinki jangan belicik yahh… Si Mamah lagi sakit, bengeknya kambuh.” jelas Mimin.
“Iya, iya. Janji deh…”
‘Oke, ayo kita nonton di kamal…” ajak Mimin.

“Adikmu lucu ya,” bisik Jinki pada Jonghyun. “Kalau udah gede dia pasti jadi cantik banget…”
“Nggak boleh.” tegas Jonghyun.
“Apanya?”
“Kalo kamu mau nge-tag dia dari sekarang, aku sebagai abangnya nggak ngebolehin! Lagian dia itu cowok tau!”
“HAH?!” Jinki tersentak kaget. “Cowok? Kok cantik banget?”
“Dih suka-suka dia dong!” Jonghyun kumat sewotnya. “Maklum deh, Taemin emang mirip banget sama si mamah, jadi dia dapet cantiknya mamah.”
“Oh.”

Hari itu, Jinki menghabiskan waktunya bersama Jonghyun dan Taemin alias Mimin (yang ternyata laki-laki) menonton film seri Sailor Moon dan Dendam Nyi Pelet yang lagi booming di desa itu.
Tanpa sadar ketiga anak itu seringkali tertawa terbahak-bahak hingga membangunkan ibu mereka yang sedang istirahat. Puncaknya, asma sang ibu pun kambuh. Jonghyun dan Taemin pun kebingungan, pasalnya, obat asma ibu mereka sudah nyaris habis. Yang tersisa di rumah mereka hanya obat tetelo untuk ayam.

“Jinki! Tolongin kita dong!” kata Jonghyun.
“Tolongin apaan?”
“Tolong kamu ke gunung sekarang, cariin bunga warna merah yang banyak tumbuh di lereng ‘Bukit Mama’ (sungguh namanya seronok sekali) untuk obat asma mamaku!! Tolong yaa!!”
“T-tapi aku nggak tau jalan ke gunung gimana…” kata Jinki ikutan panik.
“Kamu tinggal belok kanan, terus lurus sampai rumah tukang kayu. Udah gitu kamu jalan aja ikutin jalan, ntar juga sampai ke gunung. Tolong banget deh, ntar mamaku bisa mati kalo dia bengek nggak berhenti-henti.”
“Oke oke. Aku pergi yaa…” Jinki buru-buru lari mengikuti petunjuk Jonghyun. Berkali-kali ia tersesat, namun akhirnya ia sampai juga di kaki gunung Bukit Mama.
Di sana ia berusaha mencari bunga yang dimaksud Jonghyun, namun ia tak kunjung menemukannya.

Dua jam sudah ia mencari, namun tetap saja bunga yang dimaksud Jonghyun tidak ditemukan. Akhirnya Jinki memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil melantunkan lagu kesayangannya yaitu lagu trot.

Tiba-tiba saat ia sedang menyanyi lagu Cucakrowo, ada suara lain yang turut bernyanyi bersamanya.
Setankah?

Bukan. Rupanya tidak jauh di dekatnya ada seorang anak perempuan berkucir dua yang ikut bernyanyi bersamanya.
“Kamu siapa?” tanya Jinki heran.
“Kamu yang siapa?” Anak itu balas bertanya. “Kenapa kamu ada di kawasan bermainku?”
“Aku Jinki, Jinki Plee. Cucu dari Mbah Sooman. Kamu?”
“Oh. Kamu cucu dari kakek mesum itu…” ANak perempuan itu tertawa mencibir. “Dari mana?”
“Dari Jakarta. Eh, Kamu suka nyanyi nggak?” tanya Jinki, tanpa peduli sindiran anak itu.
“Aku suka nyanyi sama nari. Nanti kalau sudah dewasa, ibuku janji mau ngajak aku ke Jakarta untuk jadi artis. Jakarta pasti kota yang bagus kan?”
“Nggak juga sih. Eh, kamu tau nggak bunga warna merah yang bisa dijadiin obat asma? AKu butuh buat ibunya Jonghyun.”
“Maksudmu ini?” Anak perempuan itu mengacungkan sebuah bunga berwarna merah.
“Err… iya kali, aku nggak tau bentuknya.”

“Kalo ini, ada banyak kok di gunung ini. Tapi harus teliti nyarinya, soalnya tumbuhnya di antara rumput-rumput.” jelas anak itu. “Mau aku bantu cariin?”
“Boleh, boleh. Makasih ya..”

Berdua dengan anak perempuan yang baru saja dikenalnya itu, Jinki pun menggeledah seisi Bukit Mama untuk mencari bunga itu. Mereka saling bersenda gurau dan menyanyi bersama selama pencarian bunga itu, tanpa ingat bahwa ada orang yang sekarat menunggu Jinki datang membawa bunga tersebut.
Akhirnya setelah dirasa cukup, mereka memutuskan untuk berhenti dan kembali ke desa.
“Makasih ya!” kata Jinki sambil tersenyum. DI tangannya terdapat beberapa bunga untuk obat asma. “Siapa namamu?”
“Sama-sama. Aku Kibum.” jawab anak perempuan itu.
“Ketemu lagi lain kali ya?! Atau kamu boleh kok main-main ke rumah mbahku, aku di sininya lama kok…”
“Insya Allah ya. Ah, aku harus pulang sekarang. Dadah…” Kibum melambaikan tangannya dan tersenyum manis pada jinki.

Saat itu Jinki merasa dadanya berdebar begitu Kibum tersenyum. Jinki jatuh cinta pada pandangan pertama pada Kibum.
Akankah ia akan bertemu dengan Kibum lagi? Apakah Kibum merasakan hal yang sama dengannya?

Dasar bocah umur lima tahun yang terlalu cepat dewasa.

-bersambung-

7 thoughts on “[FF/Yaoi/Crack/PG-13] Harvest Moon: Back To Nature

  1. aje gile nieh bocah2 kok pd sarap semua y
    jinki===>baru aje 5 taon, ngeliat cewek bening dikit lgsg aj bedebar2 ntuh dada, apalagi ntar kalo udah abege…wuakaka
    tp emg suseh dah kyknya klo bakat mesum menurun dr lgsg sang kakek, bwahahaha
    kibum===>ini nih pake yang paling bikin..bikin..bikin …… (susah dah kalo diungkapin pake kata2)…mana di kuncir dua sgala ntuh rambut…yakin nich anak perempuan jgn2 kyk si mimin pula..hihihi
    mimin a.k.a taemin===>emg ga ada bakat jd cowok cakep kali yah nich bocah, lbh bakat jd cewek cantik kynya..hihihi
    jonghyun===>ini mah ga perlu diragukan lagi emg naluri jd preman udh dibangun sedini mgkn…hahaha
    minho===>nich anak kok kagak muncul, jd penasaran, ntar bakalan jd cewek tampan ato cowok cantik (lho?!?!)…
    tp emg dah nich ff gokil mpe bingung td bc ff ato nonton lawak y…dr awal mpe akhir bikin ketawa2 ngakak yg ga jelas…
    salut buat author nya…ditunggu ya kelanjutanya…terimaksih udah buat & berbagi ff ini…

  2. muahaha *ROFL*
    authornya lg ngaco nih sumpah lucu bgt,
    aduh onew dipanggil ‘le’
    taem emg gada bakat jadi cowok, dr kecil uda cantik~
    indah skali pertemuan pertama onkey di ‘bukit mama’ gegege
    eh ngomong2 emak.a jongmin gaga apa tuh?
    lama amat onew nyarinya,😄
    *masihROFL*
    huehehe,
    ayo ayo next chappie, autho FIGHTING -3-

  3. wkwkwkwk~~~
    ngakak abis aku bacanya..

    apalagi pas bagian jinki ngatain jjong yg “Bangke rusa ni anak kecil!”
    wkwkwkw~~dapet drimana tuh ide bangke rusa?!?!

    tadinya kiraen adeknya jjong si key, kan sama2 kim tuh marganya, eh kaga taunya si mimin..kekeke~~~

    kok minho-nya belom keluar ya??

    author..cepet dilanjut ya..^^

  4. timingnya pas bgt chingu,aq pas maenin ulang harvest moon btm nih,..hehe
    Brarti jinki tuh kita ya..,trus jong itu rick,taem itu popuri…pasti lucu bgt!!>.<
    critanya juga pas bgt…bener2 daebak ff ni!sip bgt authornya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s